Showing posts with label panduan. Show all posts
Showing posts with label panduan. Show all posts

Monday, 30 May 2016

PANDUAN CARA MUDAH TANAM CABAI DI POLYBAG / POT


Monday, 7 March 2016

CARA MUDAH SUKSES TERNAK AYAM BANGKOK


Memilih Ayam Bangkok kualitas terbaik bukanlan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terlebih lagi hal ini disebabkan karena banyaknya ciri-ciri umum dan khusus yang harus dipenuhi saat memilih dan membeli Ayam Bangkok. Cara berternak ayam bangkok sebanarnya sangatlah mudah, yang perlu diperhatikan dalam berternak ayam bangkok adalah pemilihan induk bangkok yang bagus, baik induk bangkok maupun pejantan bangkok. Untuk menghasilkan peranakan bangkok yang baik menurut Cara berternak ayam bangkok sebaiknya dalam pengawinan induk dan pejantan bangkok herus dalam keadaan sehat, karena jika dalam pengawinan tersebut salah satu diantaranya sakit atau mempunyai kelainan, bisa menyebabkan peranakan bangkog yang kurang bagus atau masih mempunyai kelainan yang menyerbabkan harga ayam tersebut terpengaruh atau lebih murah.

BETERNAK AYAM BANGKOK DENGAN CEPAT

Cara berternak ayam bangkok di antaranya adalah :

  • Pilih induk bangkok yang baik dan sehat.
  • Pilih Pejantan bangkok yang sehat dan permainan tarungnya yang agus.
  • Siapkan kandang umbaran, perkawinan di kandang umbaran lebih baik dari pada di kandang dodogkan. Karena proses perkawinan lebih alami.
  • Kandang anak ayam bangkok sebaiknya di buat sebelum di kawinkan, agar saat menetas nanti, anak ayam bangkok siap dipindahkan.
  • Pakan induk dan anak ayam bangkok.Banyaknya jenis pakan ayam bangkok, lebih baik baca dulu cara pemberian pakan ayam bangkok sebelum di praktekkan.
Untuk tambahan pengetahuan buat pembaca artikel Cara berternak ayam bangkok ini, perlu diketahui bahwa saat ayam bangkok mulai mengengkrami telurnya, sedikit penyiraman air ke induknya saat mengengkrami membuat induk bangkok tersebut mau kawin lagi. Jadi telur yang dihasilkan dalam Cara berternak ayam bangkok bisa lebih banyak. Hal itu dapat dilakukan sampai 3 kali menurut Cara berternak ayam bangkok, dengan catatan tidak boleh berlebihan dalam melakukannya. Karena akan membuat induk ayam tersebut tidak mau mengengkrami telurnya. Jangan lupa segera memindahkan atau mengambil anak ayam tersebut dari induknya, supaya induk ayam tersebut mau kawin lagi dan mulai mengengkrami telur yang baru. Pakan anak ayam bangkok menurut setelah nenbaca Cara berternak ayam bangkok tersebut juga perlu diperhatikan agar hasil tarung ayam tersebut berani diadu atau bernilai dalam aduan.

Cara Ternak Ayam Bangkok

Mengawinkan induk bukanlah pekerjaan yang sulit, terutama bagi peternak yang sudah berpengalaman. Hal yang sulit adalah mencari bakal Pejantan dan Indukan yang berkualitas tinggi. Mengawinkan induk bisa dilakukan di kandang umbaran atau dengan sistem kawin tembak (doddogan). Caranya induk betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan. Jika induk jantan tidak mau mengawini induk betina dengan cara dogdogan, sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan di dalam kandang umbaran.
Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina. Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.

Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya. Hal ini berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur sampai 40 butir untuk setiap periode. Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas. Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.
align="justify"> Anak ayam menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas. Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama). Namun perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).

Beberapa Ciri-Ciri penting Ayam Aduan yaitu:
  1. Batok kepala dan tulang alisnya tebal.
  2. Bulu mengkilap dan kaku, terutama pada bulu sayap dan ekor.
  3. Kaki bersisik kasar, dengan bentuk dari persegi empat sampai bulat.
  4. Kepalanya berbentuk buah pinang.
  5. Ketika berdiri, sikap badannya tegak.
  6. Mata masuk ke dalam, sipit, dan jernih.
  7. Kulit muka kasar, tebal dan berwarna merah.
  8. Paruh besar, kuat melengkung, beralur mulai dari lubang hidung ke arah muka.
  9. Lubang hidung agak ke depan.
  10. Jari kaki panjang, kecil, kuat dan susunan jarinya mekar.
  11. Pandai memukul bagian vital lawan.
  12. Pukulan keras dan akurat.
  13. Semangat tarung tinggi.
  14. Tulang-tulangnya kasar dan rapat.
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ayam Bangkok inilah yang membuatnya sangat terkenal kehebatannya di arena tarung di seluruh dunia.





sumber : zzaydarfan.blogspot.com

Friday, 4 March 2016

PANDUAN BUDIDAYA TERNAK LELE KOLAM TERPAL PRAKTIS MUDAH DAN UNTUNG!!

Lele sangkuriang
Bagi anda yang ingin ingin memulai melirik dunia bisnis, budidaya ikan lele merupakan salah satu pilihan yang cukup menjanjikan. Mengingat pertumbuhan pasar permintaan ikan lele terus meningkat dari tahun-ketahun. Apalagi saat ini ikan lele juga sangat cocok untuk di budidayakan di kolam terpal. Bahkan sudah banyak yang sukses menjalankan peternakan lele di kolam dari terpal ini.
Budi daya umumnya di lakukan di kolam kolam galian konvesional. Namun kendala yang sering dihadapi adalah ketika kolam ikan dilanda banjir. Nah dengan pembuatan kolam dari terpal ini kemungkinan tersebut bisa dihindari. Karena kolam terpal ini bisa dibuat dengan posisi berada di atas tanah dengan dinding dari kayu kemudian dilapis terpal.

BUDIDAYA IKAN LELE

Pertimbangan Teknis Kolam terpal
Kolam terpal ini bisa di jalankan di medan yang tidak memungkinkan untuk membudidayakan ikan. Misalnya tanah dengan medan propos, tanah pasir, ruang sempit, dan lain-lain.
Keunggulan:
  • Praktis dan mudah
  • Investasi kecil
  • Tidak mudah terkena banjir
  • Kontaminasi dengan tanah yang tidak diketahui kualitasnya dapat dihindari
  • Kontrol terhadap kualitas dan kuantitas air lebih mudah
  • Mudah melakukan pengeringan dan pembersihan
  • Mudah melakukan panen
  • Bisa dipindahkan
Jenis budidaya:
A. Budidaya Lele untuk Pembibitan
Bagi anda yang ingin menjalankan bisnis budidaya lele di segmen pembibitan harus memahami bahwa bisnis ini cukup menjanjikan. Kenapa demikian? karena setelah telur menetas, bibit lele langsung bisa dijual ke para peternak lele.
Sementara secara teknis bibit lele bisa memiliki ukuran 2-3 cm setelah usia penetasan sudah sekitar sebulan. Biasanya pengembangan bibit lele dilakukan pada medan kolam yang berlumpur. Biasanya di sawah dengan ukuran yang luas. Namun hal ini bisa juga di lakukan namun sebaiknya dilakukan di kolam yang berukuran besar agar bibit cepat besar. Apabila kolam terpal berukuran kecil, maka sebaiknya bibit yang dimasukan dalam jumlah kecil saja. Sebagai penunjang pertumbuhan bibit bisa di suplay dengan makanan berupa pelet setiap harinya.
Waktu yang dibutuhkan agar bibit tumbuh dengan ukuran 5-7 cm sekitar 2 bulan. Bibit yang telah menjapai ukuran ini memiliki harga jual yang lebih baik dan bisa di pasarkan ke peternak lele.
B. Budidaya Lele untuk Konsumsi
Bagi anda yang membudidayakan ikan lele dengan tujuan untuk di jual sebagai lele konsumsi maka sebaiknya membeli bibit berukuran 5-7 cm lebih baik lagi bibit jenis lele Dumbo. Kenapa demikian? dalam hal ini pertimbanganya adalah ukuran bibit yang sebesar itu akan akan lebih cepat tumbuh. Sehingga panen bisa berlangsung lebih cepat dalam kurun 3-4 bulan sudah bisa dipanen. Agar hasil lebih baik dan optimal, maka sebaiknya di suplay dengan memberikan makanan seoptimal mungkin. Budidaya lele untuk konsumsi lebih lebih aman dibanding pembibitan. Karena ikan dengan usia besar lebih tahan terhadap penyakit yang menyebabkan kematian.
Persiapan Pembuatan Kolam Terpal
Dalam pembuatan kolam terpal ini yang harus di perhatikan adalah jumlah populasi dan luas kolam. Untuk populasi 100 ekor lele maka luas kolam terpal yang dibutuhkan adalah (P 2m x L 1m x T 0,6m) P=panjang l=lebar T=tinggi. Nah jika ingin mengembangkan dalam jumlah banyak tinggal di kalikan saja dengan lebar tersebut. Contoh (P 4m x L 2m x T 0,6) bisa menampung 200 ekor lele dan seterusnya, yang perlu di perhatikan adalah panjang dan lebar kolam.
Contoh kolam terpal
Bahan:
  • Terpal
  • Kayu/ batako/ papan/ tanah
  • Alat lain penunjang pembuatan kerangka
Kolam bisa dibuat dengan kayu sebagai kerangka, batako, ataupun tanah. Untuk kolam dengan tanah bisa dengan menggali lobang di tanah kemudian dilapisi terpal. Sedangkan untuk kolam dengan kerangka kayu/ papan/ batako bisa di buat di atas permukaan tanah. Sebaiknya kolam diberikan pelindung peneduh di salah satu bagian kolam. Karena lele merupakan ikan yang suka bersembunyi.
Pemeliharaan dan Perawatan
Sebelum bibit dimasukan ke kolam yang sudah jadi sebaiknya kolam di isi dengan air terlebih dahulu kemudian membuat air agar kaya akan plankton (sejenis biota air yang bisa menjadi makanan bibit). Caranya dengan memberikan pupuk kompos dari kotoran sapi kedalam air secukupnya kemudian biarkan selama tiga hari sehingga plankton bisa hidup dan berkembang.
Kolam lele siap tebar
Agar cepat berkembang sebaiknya lele juga di suplay dengan makanan berupa palet. Pemberian palet bisa dilakukan sebanyak 2 kali sehari. Namun akan lebih baik diberikan lebih dari 2 kali dengan porsi yang lebih sedikit tentunya. SElain palet bisa juga di suplai dengan makanan alami seperti bekicot, kerang, keoang emas, rayap dan lain-lain jika memang ada di sekitar kita. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga sangat bermanfaat menunjang kebutuhan gizi lele.
Pergantian air kolam juga diperlukan, meskipun lele termasuk jenis ikan yang tahan terhadap kondisi berbagai jenis air. Akan tetapi dengan kondisi air yang tidak di ganti dalam jangka waktu lama akan membuat kualitas air menjadi buruk dan bau. Tentunya akan berdampak pada munculnya bebagai penyakit yang bisa menyerang lele. Pergantian air sebaiknya dilakukan dengan membuang 10-30% air di kolam dan menambahkan jumlah yang sama, setiap seminggu sekali atau 2 minggu sekali, artinya bukan mengganti semua air.
Ketika usia lele sudah mencapai 1 bulan di kolam maka seleksi dan pemisahan harus dilakukan. Hal ini mengingat pertumbuhan lele tidak sama antara satu dan yang lainya. Dengan memisahkan lele yang terlam bat tumbuh bertujuan agar mereka tidak kalah bersaing mendapat makanan dengan lele yang telah tumbuh lebih besar. Demikian tips budidaya ikan lele di kolam terpal agar bisa berhasil dan sukses, semoga bermanfaat.
ARTIKEL TERKAIT:

Tuesday, 23 February 2016

CARA SUKSES BETERNAK BURUNG MERPATI MUDAH DAN MENGUNTUNGKAN


Berikut kita akan mengulas tentang Cara beternak burung merpati dengan mudah dan menguntungkan. 
Ungkapan sepasang merpati sebagai simbol kesetiaan dalam cinta rupanya mengandung makna sesungguhnya dan bukan sekedar ungkapan tanpa dasar. Ternyata kehidupan merpati secara alamiah memang mempunyai sifat-sifat unik dan hal ini sudah dikenal sejak lama.
Keunikan burung ini dapat dilihat dari ikatan perkawinan yang cenderung setia dan tidak dapat dipisahkan antar pasangannya (merpati jantan dan betina). Bahkan bila salah satu pasangannya mati tidak bisa digantikan dengan yang lainnya. Merpati yang juga mempunyai kecenderungan suka pada pasangannya yang sejenis kelamin (homosex atau lesbian).
Sifat setia atau monogami ini mangakibatkan usaha burung merpati ini kurang efisien karena peternak harus memberi makan burung jantan yang tidak produktif  (menghasilkan anak). Pasangan yang setia ini hanya akan menghasilkan telur dua butir saja per periode peneluran yang selanjutnya dierami selama 18 – 19 hari. Menjelang anaknya berumur sepuluh hari akan bertelur lagi begitu selanjutnya dengan proses yang sama.
Dengan demikian pemeliharaan sepasang merpati secara alami hanya mampu menghasilkan 24 ekor anak merpati (piyik / squab) pertahunnya atau hanya 12 kali berperiode peneluran. Rendahnya kemampuan berproduksi inilah sebagai penyebab utama dalam usaha burung merpati penghasil squab.
Keadaan di atas menimbulkan pertanyaan mungkinkah produksi burung merpati dapat ditingkat dalam waktu yang singkat?
Secara teoritis dan pengalaman beberapa peneliti ternyata merpati bisa bertelur sebanyak 66 – 72 butir pertahun bila telurnya terus-terusan diambil tidak dierami oleh induknya tapi oleh inkubator atau induk buatan. Ini berarti kemungkinan peningkatan produksi anak merpati (squab) sampai 300% dibanding dipelihara secara alami.
Pertanyaan berikut timbul apakah anak merpati yang baru lahir bisa dipelihara tanpa induknya tetapi dengan teknologi saat ini? Pertanyaan ini ada karena merpati muda diberikan makan langsung dari induknya (“menyusui”) yang berbeda dengan anak ayam yang baru menetas bisa mencari makan dan minum sendiri.
Metoda hand feeding sebagai suatu alternatif
ternak merpati tinggian, cara ternak merpati, ternak jenis-jenis merpati, ternak merpati balap, ternak merpati hias, ternak merpati gondok, ternak merpati daging, ternak merpati kipas, kandang merpati

Sampai saat ini metode yang paling cepat yang mungkin bisa dipakai untuk meningkatkan produksi squab adalah dengan metode “Hand Feeding”. Merpati muda yang baru menetas masih buta dan sangat lemah diberi makan dengan cara disuapi sebagai pengganti induknya. Pekerjaan menyuapi ini memang memerlukan ketekunan dan pengalaman. Cara sejarahnya ini sudah dikembangkan dari tahun 1915 di Jerman dan pada akhirnya di negeri Cina ditemukan metode untuk memelihara burung yang baru menetas dengan nama Hand Feeding.
Hand Feeding menggunakan pakan yang disusun dari bahan-bahan murni (pure diet) dan di Bali metode ini sudah bisa dilakukan sesuai dengan kondisi setempat dan meluas secara umum di Indonesia. Cara ini dilandasi pada suatu kenyataan bahwa bahan pakan anak merpati harus mudah tersedia. Hasilnya cukup menggembirakan karena anak merpati yang baru lahir telah berhasil dipelihara dengan metoda tersebut.
Bahan makanan yang dipergunakan adalah telur ayam mentah dicampur dengan air yang diberikan sampai umur satu minggu. Untuk selanjutnya diberikan makanan ayam fase starter sampai umur 30 hari.
Pada tabel terlihat bahwa squab pada minggu empat siap dipasarkan memiliki berat badan melebihi yang dipelihara induk, walaupun pada awalnya sampai minggu ke tiga squab yang dipelihara oleh induk pertumbuhannya lebih cepat dari Hand Feeding. Namun masih tetap berharap masih ada penelitian lanjutan yang mengupas mengapa squab yang dipelihara dengan cara hand feeding pada awal pertumbuhannya lambat


ARTIKEL SEJENIS

Tuesday, 15 September 2015

BUDIDAYA LELE KOLAM TERPAL. SANGAT MUDAH, UNTUNG BERLIPAT

Cara ternak dan budidaya ikan lele oraganik sudah banyak dilakukan khususnya bagi mereka yang selama sukses dalam bududaya ikan konsumsi, karena biasanya para peternak akan lebih memahami peluang yang lebih menguntungkan sesuai kebutuhan pasar.
Saat ini budidaya lele organik sudah banyak dilirik baik oleh para pembudidaya maupun mereka yang masih pemula, karena lele organik dinilai lebih meguntungkan, baik dari segi hasil produksi maupun pembiayaan yang harus dikeluarkan
Menurut salah satu peternak lele organik, biaya yang harus dikeluarkan untuk budidaya jenis lele ini lebih kecil atau lebih rendah hingga 50 persen dibandingkan dengan lele biasa yang membutuhkan perhatian lebih
Tingginya permintaan pasar terhadap ikan lele menjadi peluang usaha yang menggiurkan sehingga banyak orang yang mencoba untuk menjadi peternak ikan lele, walaupun pada akhirnya tidak sedikit mereka yang gulung tikar akibat harga pakan ikan yang terus melambung.
Budidaya lele organik bisa menjadi pilihan menguntungkan bagi petani ikan untuk tetap bisa bertahan ditengah semakin tingginya harga pelet ikan yang mencapai harga kisaran Rp. 9.000 perkilo gram, sedangkan ternak lele organik bisa menggunakan fermentasi kotoran sapi sebagai makanan tambahan dengan harga sekitar Rp. 2.300 perliter
Cara Budidaya Lele Organik
Cara ternak lele organik bisa dilakukan cara sederhana dalam arti jika anda masih pemula atau sekedar ingin menjajaki peluang usaha ini, bisa memulai membuat kolam dari terpal, disamping untuk menghemat biaya, menggunakan terpal bisa dipindah-pindah jika sewaktu-waktu tempat budidaya sudah tidak memungkinkan untuk ditempati
Kolam ikan dari terpal sebenarnya sudah umum digunakan tak hanya bagi pemula bahkan mereka yang sudah profesional dalam hal pembudidayaan ikan pun banyak yang menggunakan terpal.
Untuk membuat kolam ikan cukup mudah:
  1. Siapkan Terpal
  2. Menentukan lokasi kolam (bisa disamping  atau belakang rumah)
  3. Bambu untuk rangka kolam
  4. Kotoran sapi untuk pakan
  5. Peralatan kerja seperti gergaji, palu, paku, tali dan sebagainya
Setelah semua bahan sudah siap, tinggal membuat rangka yang terbuat dari bambu yang bisa dibuat sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil kolam sesuai keinginan, contohnya bisa perhatikan pada gambar dibawah ini :
ternak lele organik
Kelebihan Dan Keuntukan Budidaya Lele Organik
1. Hemat biaya perawatan
Biaya perawatan seperti memberi makan biasanya menjadi salah satu kendala bagi para peternah baik ternak ayam, kambing, ternak itik atau bebek termasuk beternak ikan lele, karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan sehingga banyak usaha ternak yang gulung tikar lantaran biaya besar yang harus dikeluarkan.
2. Air kolam ikan lele tidak perlu diganti
Mengganti air dalam kolam peternakan ikan menjadi salah satu hal yang harus mendapatt perhatian, untuk menjaga ikan tidak mati, namun untuk memelihara ikan lele organik sangat mudah karena tidak perlu mengganti air atau jika diperlukan cukup mengganti beberapa kali sampai masa panen
3. Kolam ikan metode organik tidak berbau menyengat
Jika selama ini lokasi peternakan ikan identik dengan bau anyir dan menganggu lingkungan, namun budidaya ikan secara organik lebih ramah lingkungan karena tidak terlalu mengeluarkan bau menyengat.
4. Lebih ramah lingkungan
Lingkungan tetap terjaga dan tidak merasa terganggu dengan bau yang ditimbulkan akibat air yang biasanya mengeluarkan bau amis.
5. Bobot ikan Lele organik lebih besar dan panjang
Ikan lele organik memiliki bobot lebih besar dibandingkan ikan lele biasa sehingga bisa lebih menguntungkan. Jadi untuk memenuhi kebutuhan para tengkulak untuk ukuran ikan sedang tentu lele organik akan lebih cepat dipanen karena pertumbuhannya yang ganjah
6. Meningkatkan nilai jual
Kelebihan budidaya lele ini juga dapat eningkatkan nilai jual baik, disamping bobot yang lebih besar, jenis lele ini lebih cepat pertumbuhannya terlebih jika diperlakukan dengan baik.
7. Kotoran sapi lebih murah bahkan bisa Cuma-Cuma (untuk pakan)
Pemberian pakan menjadi salah hal paling penting dalam budidaya ikan termasuk lele. Dengan metode organik kita bisa menggunakan kotoran sapi sebagai pakan lele dan tidak sulit ditemukan.
8. Bekas Air kolom peliharaan bisa untuk pupuk
Air bekas kolam bisa dijadikan pupuk untuk menyuburkan tanaman.
Sebenarnya masih banyak kelebihan lain yang bisa diperoleh seperti harga pasaran yang lebih tinggi dan  diminati banyak pembeli karena rasanya yang gurih, mempunyai kadar kolesterol rendah, bergizi tinggi serta lebih aman di konsumsi karena pakan yang diberikan dibuat secara alami


ARTIKEL SEJENIS