Showing posts with label kate. Show all posts
Showing posts with label kate. Show all posts

Wednesday, 13 April 2016

MENGENAL JENIS AYAM HIAS DI INDONESIA

mutingpost.blogspot.comandri-wicaksono-farm.blogspot.com
Hewan yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Setiap hari kita bisa menemukannya, baik dalam keadaan mati maupun keadaan hidup. Banyak orang yang memelihara di rumahnya. Sebagian menjadi bisnis, hobi, dan sebagai hewan hias. Hewan ini adalah ayam. Ya, ayam merupakan hewan yang sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia. Karena hewan ini menjadi salah satu menu daging yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun, tahukah kamu bahwa hewan ini memiliki banyak jenis? Banyak orang yang tidak tahu mengenai jenis hewan yang satu ini, khususnya ayam hias. Berikut beberapa jenis ayam hias.

Ayam Sumatra

jesrilzuwito80.blogspot.com
.blogspot.com
Ayam Sumatra merupakan ayam asli Indonesia yang berkembang di Sumatra Barat. Oleh karena itu, ayam ini beri nama ayam sumatra. Ayam sumatra memiliki ciri-ciri, yaitu memiliki tenggorokan yang lebar, perawakan tubuhnya tegap dan kecil, kepalanya kecil, kulit dibagian muka berwarna merah atau hitam, paruhnya berwarna hitam dan pendek, jenggernya di tumbuhi sedikit bulu dan berwarna merah, telinganya kecil dan berwarna merah, dan ayam sumatra jantan memiliki berat batan sekitar 2 kg, sedangkan ayam sumatra betina memiliki berat badan sekitar 1,5 kg.

Ayam Jambul Poland Bulu Kapas                                                      


Ayam jambul poland bulu kapas merupakan jenis ayam yang memiliki keunikan, yaitu memiliki jambul. Sesuai dengan namannya, ayam jenis ini memiliki bulu yang berwarna putih dan lebat seperti kapas.

Ayam Kate Serama

jualayamserama.wordpress.com
jualayamserama.wordpress.com
Ayam kate ini cukup banyak penggemarnya di Indonesia. Ukuran tubuh yang mungil dan bulunya yang indah menjadi alasan orang menyukai jenis ayam ini. Selain itu, ayam ini memiliki keunikan, yaitu bisa berdiri tegak dengan membusungkan dadanya meskipun sedang berjalan. Untuk masalah harga, ayam ini memiliki harga yang cukup mahal meskipun ukurannya kecil.

Ayam Cemani

ilhamaku.wordpress.com
ilhamaku.wordpress.com
Ayam cemani merupakan jenis ayam yang berkembang di daerah Magelang dan Temanggung, Jawa tengah. Namun, saat ini ayam kedu sudah tersebar di berbagai daerah Indonesia. Ayam Cemani banyak diburu oleh banyak orang. Selain banyak peminatnya untuk hewan peliharaan, ayam ini diyakini memiliki khasiat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain: dapat menguatkan pinggang dan hati, melancarkan peredaran darah, menghilangkan kelesuan, mengatasi asma, diabetes, migren, dan sebagainya.

Ayam Hutan Kelabu

www.carabudidayaternak.net
www.carabudidayaternak.net
Ayam hutan kelabu merupakan salah satu jenis ayam hutan. Ayam yang berkelamin jantan memiliki ukuran sekitar 80 cm, sedangkan ayam yang berkelamin betina memiliki ukuran sekitar 38 cm.

Ayam Hutan Hijau

bp4kgresik.wordpress.com
bp4kgresik.wordpress.com
Ayam hutan hijau merupakan jenis ayam hutan yang penyebarannya di Pulau Bali, Pulau Jawa, Flores, dan Kangean. Ayam ini memiliki ukuran panjang sekitar 70 cm dan berat badannya sekitar 0,7-1,5 kg.

Ayam Bekisar

ahmadramadlan.wordpress.com
ahmadramadlan.wordpress.com
Ayam bekisar merupakan jenis ayam hasil persilangan antara ayam kampung betina (Gallus domestika) dengan ayam hutan hijau (Gallus varius).

Ayam Balenggek

http://abstrakofruz.blogspot.com/
http://abstrakofruz.blogspot.com/
Ayam balenggek merupakan jenis ayam yang berasal dari Sumatra Barat. Ayam ini cukup pandai dalam berkokok dengan suara merdunya dan iramanya bersusu-susun. Jenis ayam ini dibedakan menjadi 3 macam berdasarkan bentuk fisiknya, atara lain:
Yungkilok Gadang

Ayam ini memiliki penampilan tegap, gagah, dan cantik. Ukuran ayam jantan dewasa sekitar 2 kg dan ayam betina dewasa sekitar 1,5 kg.

Ratiah


Ayam ini memiliki penampilan lebih kecil dan langsing dibandingkan dengan Yungkilok Gadang. Ukuran ayam jantan dewasa sekitar 1,6 kg dan ayam betina dewasa sekitar 0,8 kg.

Ayam Randah Batu

plus.google.com
plus.google.com
Ayam ini memiliki kaki pendek seperti ayam kate. Ukuran ayam jantan dewasa sekitar 1,8 kg dan ayam betina dewasa sekitar 1 kg.

Ayam Pelung

www.situshewan.com
www.situshewan.com
Ayam Pelung merupakan ayam asli Indonesia yang berkembang di daerah Cianjur dan Sukabumi.

Ayam Nunukan

ayamnunukan.blogspot.com
ayamnunukan.blogspot.com
Ayam nunukan merupakan jenis ayam yang berkembang di Pulau Tarakan, Kalimantan Timur dan kemungkinan asalnya adalah Tiongkok. Ayam ini memiliki ciri-ciri, antara lain: Bulu sayap dan ekornya tidak dapat berkembang dengan sempurna, warna bulunya merah atau merah kekuning-kuningan, kaki dan paruhnya kuning atau putih kekuning-kuningan, dan pial dan jenggernya berwarna merah cerah.

Ayam Hutan Merah

ayamhutan-kw1.blogspot.com
ayamhutan-kw1.blogspot.com
Ayam hutan merah merupakan jenis ayan hutan yang penyebarannya cukup luas, antara lain di Indonesia, Tiongkok, dan India. Jenis ayam ini memiliki 5 sub spesies, antara lain: gallus-gallus di Sumatra dan gallus-gallus bankiva di Pulau Jawa dan Madura. Sedangkan ketiga spesies lainnya terdapat di luar Indonesia, yaitu di India dan Bangladesh terdapat gallus-gallus murghi, di Myanmar dan vietnam terdapat gallus-gallus spadiceus, dan di Tiongkok Selatan dan Hainan terdapat gallus-gallus jaboullei.

Ayam Ketawa

www.gambarbinatang.com
www.gambarbinatang.com
Ayam ini memiliki nama yang unik. Hal ini disesuaikan dengan tingkah lakunya yang suka bersuara dan suaranya mirip dengan orang yang sedang tertawa. Untuk kamu yang suka memelihar ayam, mimin sarankan untuk memelihara ayam ini. karena ayam ini mudah dipelihara dan tahan terhadap berbagai jenis cuaca.

Ayam Onagodari


bamsbreeder.blogspot.com
Ayam Onagodari merupakan jenis ayam yang berasal dari Jepang. Ayam ini memiliki bulu yang berwarna putih bersih dan ada juga yang berwarna hitam. Bentuk ekornya cukup unik, yaitu berumbai-rumbai panjang, sehingga ayam ini terlihat sangat anggun. Untuk kamu yang ingin memelihara jenis ayam ini, kamu harus siap-siap untuk direpotkan karena ayam ini cukup manja, khususnya dalam hal makanan. Ayam ini akan mogok makan jika kita tidak menyediakan makanan favoritnya.

Monday, 7 March 2016

MENGENAL JENIS-JENIS AYAM BURAS (BUKAN RAS)

Istilah buras berasal dari kata “bukan ras”, digunakan untuk menyebut semua jenis ayam yang bukan golongan ayam ras. Di Indonesia, jenis ayam buras lebih populer dengan sebutan ayam kampung. Padahal ayam buras tidak hanya ayam kampung, mencakup juga jenis-jenis lain seperti ayam arab, ayam bangkok, ayam kate dan jenis-jenis lainnya.
Tidak ada literatur yang bisa menjelaskan asal-usul ayam buras dengan pasti. Jenis-jenis ayam buras diduga berasal dari ayam hutan (Gallus gallus) yang didomestikasi. Ada yang didomestikasi secara lokal, ada pula yang didatangkan dari negara lain. Dewasa ini banyak pula hasil silangan ayam buras.
Ayam buras biasanya dipelihara secara subsisten. Dibanding ayam ras, jenis ayam buras memiliki pertumbuhan yang lambat dan bobot tubuhnya kecil. Sehingga tidak cocok dijadikan usaha ternak komersial. Ayam jenis ini lebih cocok dipelihara sebagai hobi atau usaha sampingan. Namun karena permintaan terhadap daging dan telur ayam buras yang tinggi, banyak pihak yang mencoba mengembangkan ayam buras untuk diusahakan secara komersial.
Terlepas dari kelemahannya, jenis ayam buras terutama yang lokal, memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya pemeliharaannya tidak ribet, kandangnya tidak harus taat pada persyaratan tertentu dan sesuai dengan iklim dan lingkungan lokal. Relatif lebih tahan terhadap penyakit. Serta harga jual daging dan telurnya lebih tinggi dibanding jenis ayam ras.

Jenis-jenis ayam buras

Ayam buras memiliki jenis yang jauh lebih beragam dibanding ayam ras. Selain untuk keperluan pemenuhan daging dan telur, banyak juga yang memelihara ayam buras untuk tujuan hobi. Berikut ini diuraikan mengenai jenis-jenis ayam buras yang sering diternakkan masyarakat di Indonesia.

1. Ayam kampung

Ayam kampung merupakan salah satu jenis ayam buras paling populer di Indonesia. Jenis ini dipelihara untuk diambil daging dan telurnya. Ayam kampung dipercaya berasal dari domestikasi ayam hutan oleh petani lokal. Namun ada juga yang menyebutkan ayam kampung di Indonesia berasal dari hasil domestikasi dari Cina.
Pertumbuhan ayam kampung relatif lambat. Ayam berumur 2 bulan besarnya masih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Dan, baru siap dikonsumsi setelah lewat dari 8 bulan bahkan ada yang lebih dari 12 bulan. Dari segi produktivitas telurnya pun demikian, ayam ini baru bisa bertelur setelah berumur lebih dari 6 bulan. Produktivitas paling banyak 115 butir telur setiap tahun. Baca juga panduan cara ternak ayam kampung.

2. Ayam arab

Ada beberapa versi tentang asal-usul ayam arab. Ada yang menyebutkan berasal dari jazirah arab yang dibawa oleh TKI dan dikembangkan di Malang. Tapi ada juga yang mengatakan ayam arab ini bukan berasal dari arab, melainkan ayam kampung dari Belgia. Terlepas dari asal-usulnya ayam ini disebut ayam arab karena bulu di bagian kepala hingga ke leher berwarna putih seperti kerudung “Pak Haji”. Oleh karena itu, ayam ini disebut ayam arab.
Dari penampakan fisik, ukuran ayam arab lebih kecil dibanding ayam kampung lokal. Namun kemampuan bertelurnya cukup menjanjikan yakni sekitar 225 butir per tahun. Ayam arab juga tidak punya naluri mengeram sekuat ayam kampung. Sehingga cocok dikembangkan untuk usaha ternak.
Dewasa ini banyak jenis silangan yang berasal dari ayam arab. Silangan ini biasanya bertujuan untuk mendapatkan produktivitas telur yang tinggi dan ketahanan seperti ayam kampung. Usaha ternak ayam buras banyak yang menggunakan jenis-jenis silangan unggul dari ayam arab.

3. Ayam kedu

Ayam kedu merupakan jenis ayam buras yang berasal dari Kersidenan Kedu, Jawa Tengah. Ayam ini telah dikembangkan sejak jaman kolonial. Konon ayam kedu merupakan hasil silangan antara ayam “dorking”yang di bawa Gubernur Jenderal Raffless dengan ayam lokal dari daerah dieng. Ayam kedu memiliki bentuk yang khas, terdiri dari kedu hitam, kedu putih dan kedu campuran.
Ayam kedu dipelihara untuk diambil daging dan telurnya. Namun karena bentuknya yang khas banyak juga dijadikan sebagai hewan hobi. Terutama kedu hitam, yang lebih mirip ayam cemani. Seperti ayam kampung, produktivitas ayam kedu relatif lambat. Ukuran rata-rata ayam kedu dewasa sekitar 1,5-2 kg. Namun ayam kedu jantan bisa mencapai berat 4 kg, sedangkan betina 3kg. Kemampuan bertelur ayam kedua betina sekitar 25 butri per periode bertelur.





4. Ayam pelung

Ayam pelung merupakan ayam buras lokal asal Cianjur, Jawa Barat. Dibanding jenis ayam buras lain, ayam ini memiliki pertumbuhan yang relatif cepat. Ukuran ayam pelung jantan dewasa bisa mencapai 5-6 kg dengan tinggi 40-50 cm.
Ayam pelung dipelihara untuk tujuan hobi. Suara khas kokokannya yang panjang dan berirama banyak disukai orang. Suara kokokan ayam pelung sering dijadikan ajang kontes berkokok. Tidak heran bila jenis ayam ini memiliki harga yang tinggi.

5. Ayam bangkok

Ayam bangkok merupakan jenis ayam petarung, dipelihara sebagai hobi. Konon ayam ini berasal dari Cina dan dikembangkan di Thailand untuk kompetisi adu ayam. Dalam bahasa Inggris ayam ini dikenal dengan nama “fighting cock” sedangkan di Thailand sendiri disebut ayam “thai”. Di Indonesia ayam ini dikenal dengan nama ayam bangkok.
Ayam bangkok jantan memiliki tubuh yang tegap, dadanya tegak dengan tulang dada jantan. Karena dipelihara sebagai hobi harga ayam bangkok cukup tinggi. Terutama ayam bangkok jantan yang digunakan sebagai ayam aduan. Sedangkan ayam bangkok betina dipilih karena keunggulan rasnya.

6. Ayam kate

Ayam kate merupakan jenis ayam buras yang dipelihara untuk tujuan hobi ayam hias. Ayam ini dipercaya berasal dari daerah Banten dan menyebar ke seluruh dunia oleh para pedagang Eropa pada tahun 1700-an. Mungkin karena itu, dalam bahasa Inggris ayam kate disebut ayam “bantam”.
Kini banyak jenis-jenis ayam kecil hasil silangan dari ayam kate. Salah satunya ayam serama yang dikenal sebagai jenis ayam paling kecil di dunia. Bobot ayam jantan dewasa hanya sekitar 350 gram. Sebagai ayam hias, ayam kate mempunyai potensi untuk dikembangkan secara komersial. Bahkan hasil silangan ayam kate menghasilkan ayam yang berbentuk unik dan diincar para pehobi dengan harga tinggi.

Mengenal jenis-jenis ayam buras7. Jenis lainnya

Jenis ayam buras sangat banyak dan beragam. Enam jenis ayam di atas, hanya sebagian kecil dari ayam buras yang ada. Berikut jenis ayam buras lain yang dikenal di Indonesia: ayam nunukan, ayam ketawa, ayak gaok, ayam maleo, ayam bali, ayam merawang, ayam kalosi. Sebagian jenis ayam buras telah punah, dan jarang dijumpai seperti ayam sentul, ayam ciparage, ayam kinantan, ayam jantun dan ayam sedayu.
Sumber: www.alamtani.com